Saturday, December 21, 2013

ALIANSI GERAKAN INTELEKTUAL*


Oleh: Zamzam Muhammad Fuad

Tulisan ini hendak mencari tau dan menawarkan solusi, mengapa gerakan mahasiswa (GM), khususnya di Purwokerto, belum dapat disebut sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan oleh para pejabat pengampu kebijakan, masyarakat, dan kelompoknya sendiri.

Aksi turun jalan yang membawa tuntutan kepada pemerintah dan legislator sering hanya berakhir di depan gerbang pintu masuk gedung parlemen. Tuntutan mahasiswa diterima saja, namun jarang sekali tuntutan itu terealisasikan. Ini menandakan bahwa GM belum menjadi kekuatan politik yang cukup diperhitungkan. Selain itu, jarang sekali masyarakat yang secara spontan mau ikut dalam “rally” demonstrasi, kecuali sebelumnya memang ada kelompok masyarakat yang memang sudah bersepakat mau ambil bagian. Ini mengindikasikan masih lemahnya kekuatan GM di depan masyarakat, dan lemahnya GM dalam menyebarkan propaganda. Di lain sisi, GM juga ternyata belum ditanggapi oleh masyarakat kampus sebagai kekuatan yang populer sekaligus signifikan. Contoh paling nyata adalah semakin sulitnya organisasi GM dalam menjaring anggota baru. Mengapa bisa demikian?