Sunday, January 28, 2018

PEKERJA RENTAN DI KAPITALISME PINGGIRAN

Zamzam Muhammad


Review buku: 
Surplus Pekerja di Kapitalisme Pinggiran: Relasi Kelas, Akumulasi, dan Proletariat Informal di Indonesia  sejak 1980an
Penulis: Muhtar Habibi
Penerbit: Marjin Kiri, Tangerang

Kapitalisme akan gugur dengan sendirinya. Ia punya banyak kontradiksi yang akan menghancurkan dirinya sendiri. Kontradiksi kelas pekerja misalnya. Kapitalisme membutuhkan berjubel proletariat untuk mengakumulasi kapital. Tapi, percayalah, kaum proletariat tidak akan tinggal diam. Lagian, siapa yang betah ditindas terus menerus. Kaum proletariat akan bersatu, bangkit bersama untuk melawan kaum borjuis. Dan Komunisme akan terbit, tepat saat kapitalisme tenggelam. Communism will win!

Friday, January 26, 2018

MENYINGKAP PELABUHAN CILACAP

 Zamzam Muhammad


Review buku: 
Cilacap 1830-1942: Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa
Penulis: Susanto Zuhdi
Penerbit: KPG, Jakarta

Apa yang tergambar ketika nama Cilacap disebut? Teluk penyu. Benteng Pendem. Nusakambangan. Panas. Gersang. Pacaran. Masih bisa dideret lebih panjang lagi jika mau. Tapi Cilacap sebagai “pelabuhan”, nyaris tidak terbayangkan.

Siapa mengira pelabuhan Cilacap pernah menjadi primadona di Jawa? Kalau kita tengok sekarang, di sana hanya ada tanker milik Pertamina (daridulu posisinya sama) dan kapal nelayan yang bisa membawa wisatawan ke Nusakambangan. Tidak pernah terpikir Cilacap pernah memiliki pelabuhan dagang terbesar di Jawa setelah Semarang.

Saturday, January 20, 2018

SRINTIL, RONGGENG DAN HANTAMAN MODERNITAS

 Zamzam Muhammad


Review buku: 
Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari dan Jantera Bianglala
Penulis: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia, Jakarta


Jika kau rindu orang, pergilah ke kota. Jika kau mau menemui manusia, kembalilah ke desa. Tidak ada sisi kehidupan yang komplit, selengkap di desa. Di sana ada interaksi manusia dengan manusia, baik yang masih hidup, atau yang sudah mati dan jadi leluhur. Ada interaksi manusia dengan pohon, burung-burung, telaga, ayam, dan tahi sapi. Semilir angin menjadikan desa tidak pernah sepi. Karena akan selalu ada kemresek dedaunan.


Desa adalah tempat tinggal manusia, bukan orang. Maka di sana ada kemanusiaan. Di sana ada laku memaafkan bagi kesalahan yang sebenarnya tak termaafkan. Pertolongan pada sesuatu yang sebenarnya sudah tak tertolong. Hanya di desa, derita tidak muncul dalam bahasa.

Saturday, January 6, 2018

BELAJAR DARI SANTIAGO


  Zamzam Muhammad


Review buku: Lelaki Tua dan Laut
Penulis: Ernest Hemingway
Penerbit: KPG, Jakarta

Jika kau jadi nelayan, bagaimana perasaanmu kalau tidak pernah mendapat ikan? Santiago merasakannya. Selama 80 hari berturut-turut pancing dan jaring sudah dikerahkan. Tapi tak seekor ikanpun yang kena jebakan. 

Kisah Santiago mencari ikan itulah yang diceritakan oleh Ernest Hemingway dalam bukunya “The Old Man and the Sea”. Banyak pesan moral dalam novel itu. Di antaranya adalah kesabaran dan pentingnya melakukan perencanaan.