Showing posts with label politik identitas. Show all posts
Showing posts with label politik identitas. Show all posts

Thursday, February 28, 2013

KEPULAUAN RIAU: NASIONALISME TAK SENGAJA?

Zamzam Muhammad Fuad

Latar belakang
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang wacana integrasi nasional di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau. Pembicaraan tentang Provinsi Kepulauan Riau ini menjadi menarik karena provinsi ini berbatasan langsung dengan Singapura, dan Malaysia. Menjadi lebih unik karena masyarakat Riau, Singapura dan Malaysia masih memiliki perasaan satu etnis. Harus diakui bahwa hari ini di Kepulauan Riau relatif tidak ada pergolakan-pergolakan yang mengancam integrasi nasional. Tentu saja ini merupakan keberhasilan. Namun perlu dicatat bahwa keberhasilan ini bukan “taken for granted”. Sekalipun demikian, jarang sekali ahli yang berusaha untuk menjelaskan mengapa keberhasilan ini bisa terjadi. Padahal, dengan mempelajari dinamika integrasi nasional di Kepulauan Riau kita dapat mendapatkan pelajaran tentang pembangunan kawasan perbatasan untuk diterapkan di wilayah perbatasan Indonesia yang lain. Dan karena alasan inilah saya menulis artikel ini.

Friday, November 30, 2012

TAKDIR KEMAJEMUKAN DAN POLITIKNYA



Zamzam Muhammad Fuad 

Seorang profesor antropologi dari Malaysia pernah mengatakan bahwa fakta sosial yang tidak dapat dimungkiri dari masyarakat Asia Tenggara adalah kemajemukan. (Baharudin, 1997) Dari pendapat tersebut kita dapat membayangkan bahwa Asia Tenggara, apalagi Indonesia, sejak lama dihuni oleh beragam kelompok identitas yang berbeda. Namun 
demikian, argumentasi yang membayangkan adanya otentisitas identitas antara satu kelompok identitas dengan kelompok identitas lainnya merupakan sebuah argumentasi sangat mungkin untuk dipersoalkan. Pasalnya, 1) selalu terdapat interaksi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. 2) dalam interaksi tersebut, hubungan saling mempengaruhi antar satu kelompok dengan kelompok lainnya sangatlah sulit dihindari. 3) oleh karena itu, usaha untuk menjadi benar-benar berbeda dan usaha untuk menjadi benar-benar sama menyimpan watak politis.

Thursday, November 29, 2012

KONFLIK KALIMANTAN BARAT 1996-1997

Zamzam Muhammad Fuad

Pendahuluan
Etnisitas dan integrasi nasional merupakan dua elemen vital yang menyangga eksistensi negara bangsa, khususnya bagi negara sebesar Indonesia. Etnisitas merupakan sebuah komunitas hidup yang telah ada sejak purba hingga sekarang dan memiliki gerak dinamis. Sedangkan yang integrasi nasional adalah hasil dari gerakan dinamis tersebut. Apabila kehilangan salah satu saja, republik ini akan hancur lebur. Oleh karena itulah, Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan republik ini. “Bhineka” adalah ekspresi pengakuan terhadap adanya etnisitas. Sedangkan “Tunggal Ika” mengekspresikan ikatan keragaman antar etnis dalam sebuah komitmen untuk hidup bersama. Di tengah-tengah antara Bhineka dan Tunggal Ika terdapat sebuah proses yang bernama integrasi.

Tuesday, November 27, 2012

KONFERENSI BANDUNG: INTERNASIONALISME YANG NASIONALISTIK


Zamzam Muhammad Fuad 




Pendahuluan
Pada mulanya adalah kolonialisme. Pada abad dua Masehi, kekuasaan Romawi telah mengkoloni sebagian belahan dunia dari Armenia sampai lautan Atlantik. Sementara itu, pada abad tiga belas Masehi, bangsa Mongol mampu memperlebar kekuasaan koloninya dari Timur Tengah sampai Cina. Selanjutnya, pada abad lima belas, kerajaan Vijaynagara mampu menaklukkan berbagai kerajaan di India Selatan. Tiga abad kemudian, kerajaan Usmani Turki dapat meluaskan wilayah kekuasaannya sampai pada wilayah Balkan dan sebagian besar Asia (Loomba, 2003: 3).