Tuesday, January 22, 2013

PENDIDIKAN NIRLITERASI

Zamzam Muhammad Fuad

Dalam berbagai diskusi, serangkaian pendapat kusodorkan sebagai penjelas atas permasalahan yang terjadi di negeri ini. Kalau mengikuti teori strukturasi a la Giddens, permasalahan di republik ini bukan terletak pada struktur saja, juga bukan pada kultur saja. Lebih dari itu, permasalahannya terletak pada praktik –ruang di mana struktur dan kultur saling berbenturan dan mempengaruhi satu sama lain. Kepada banyak orang kukatakan bahwa praktik yang dimaksud antara lain: politik nirliterasi; ekonomi nirliterasi; bertetangga nirliterasi dan pendidikan nirliterasi. Semua praktik itu merupakan akar permasalahan menyelinap dan berjalin kelindan di balik segala permasalahan di republik. Tapi dalam tulisan ini, tak akan kubahas semuanya, melainkan satu saja: pendidikan nirliterasi.

Saturday, December 1, 2012

DAMPAK NEOLIBERALISME

Zamzam Muhammad Fuad

Dari sudut pandang warga negara, eksistensi sebuah negara dibutuhkan untuk menciptakan kesejahteraan seluruh warga negara. Apabila negara tidak mampu mewujudkan kesejahteraan, maka kehancuran suatu negara merupakan hal yang niscaya. Gagasan ini berlaku di negara manapun, termasuk NKRI. Tujuan negara republik ini eksplisit dalam pembukaan UUD 45 alenia 4: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Friday, November 30, 2012

TAKDIR KEMAJEMUKAN DAN POLITIKNYA



Zamzam Muhammad Fuad 

Seorang profesor antropologi dari Malaysia pernah mengatakan bahwa fakta sosial yang tidak dapat dimungkiri dari masyarakat Asia Tenggara adalah kemajemukan. (Baharudin, 1997) Dari pendapat tersebut kita dapat membayangkan bahwa Asia Tenggara, apalagi Indonesia, sejak lama dihuni oleh beragam kelompok identitas yang berbeda. Namun 
demikian, argumentasi yang membayangkan adanya otentisitas identitas antara satu kelompok identitas dengan kelompok identitas lainnya merupakan sebuah argumentasi sangat mungkin untuk dipersoalkan. Pasalnya, 1) selalu terdapat interaksi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. 2) dalam interaksi tersebut, hubungan saling mempengaruhi antar satu kelompok dengan kelompok lainnya sangatlah sulit dihindari. 3) oleh karena itu, usaha untuk menjadi benar-benar berbeda dan usaha untuk menjadi benar-benar sama menyimpan watak politis.

Thursday, November 29, 2012

KONFLIK KALIMANTAN BARAT 1996-1997

Zamzam Muhammad Fuad

Pendahuluan
Etnisitas dan integrasi nasional merupakan dua elemen vital yang menyangga eksistensi negara bangsa, khususnya bagi negara sebesar Indonesia. Etnisitas merupakan sebuah komunitas hidup yang telah ada sejak purba hingga sekarang dan memiliki gerak dinamis. Sedangkan yang integrasi nasional adalah hasil dari gerakan dinamis tersebut. Apabila kehilangan salah satu saja, republik ini akan hancur lebur. Oleh karena itulah, Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan republik ini. “Bhineka” adalah ekspresi pengakuan terhadap adanya etnisitas. Sedangkan “Tunggal Ika” mengekspresikan ikatan keragaman antar etnis dalam sebuah komitmen untuk hidup bersama. Di tengah-tengah antara Bhineka dan Tunggal Ika terdapat sebuah proses yang bernama integrasi.

Wednesday, November 28, 2012

MENYOAL IDEOLOGI DALAM KONTEKS KETAHANAN NASIONAL

Zamzam Muhammad Fuad

Secara umum ideologi didefinisikan sebagai sebuah sistem ide yang mengobsesi seseorang atau kelompok untuk melakukan tindakan atau merespon lingkungannya. Dari penjelasan tersebut kita dapat menemukan bahwa ideologi membedakan dirinya dengan tindakan. Ideologi berada dalam alam pikiran. Sedangkan tindakan merupakan aksi nyata seorang manusia atau kelompok. Terlepas dari definisi tersebut, ideologi menjadi sesuatu hal yang menarik dikaji dalam ilmu sosial karena sifatnya yang mampu untuk mendikte tindakan dan mengarahkan manusia dalam merespon lingkungannya.