Thursday, April 7, 2016

SIAPA KELAS MENENGAH KINI?


Zamzam Muhammad Fuad

Review buku In Search of Middle Indonesia,
Penulis: Gerry van Klinken (ed),
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia, 2016

Pertanyaan itu sering menggoda perhatian para ilmuwan sosial. Apalagi di alam demokratisasi seperti sekarang, kelas menengah tidak pernah bisa untuk diabaikan perannya dari setiap peristiwa yang terjadi. Buku berjudul In Search Of Middle Indonesia berusaha untuk memotret perkembangan terkini dari kelas menengah di indonesia.

Saturday, February 20, 2016

REVIEW BUKU: NASIONALISME DAN REVOLUSI INDONESIA (1)

Zamzam Muhammad Fuad

Judul Buku: Nasionalisme dan Revolusi
Penulis: Georg McTurnan Kahin
Penerbit: Komunitas Bambu


Tulisan ini berusaha untuk mereview buku berjudul nasionalisme dan revolusi karya Georg Kahin. Buku ini sangat penting artinya bagi perkembangan wacana politik dan praktik politik di Indonesia. Sebagaimana ditulis oleh Simon Philpott, Nasionalisme dan Revolusi Indonesia merupakan salah satu wacana yang membentuk Indonesia. Tantangan utama Kahin dalam buku itu adalah menjawab pertanyaan tentang bagaimana kemerdekaan Indonesia terwujud. Siapa pemain-pemainnya. Apa wacana yang saling bersaing. Dinamika sosial apa saja yang sedang terjadi. Di tangan Kahin, ide, orang, kejadian, saling mengisi satu sama lain, yang akhirnya membentuk apa yang dinamakan dengan sejarah.

Thursday, April 9, 2015

MENEROPONG VISI PEMBERDAYAAN IMM JATENG


Zamzam Muhammad Fuad

Demokratisasi Indonesia belum nampak mencapai hasil yang memuaskan. Penulis tak perlu banyak bertele-tele menyajikan contoh kasus untuk sampai pada kesimpulan tersebut. Sebab, selain banyak sekali, pastilah pembaca sudah banyak yang tahu tentang itu.

Tuesday, March 24, 2015

KESADARAN SEJARAH

Zamzam Muhammad

“Sungguh aneh kalau bangsa indonesia lebih menyukai tokoh sejarah lain, daripada tokoh sejarahnya sendiri.” Itulah pesan yang disampaikan oleh Peter Carey pada acara Kuliah Umum di UMP, 14 Maret 2015, lalu. Jauh-jauh hari Peter Carey juga menyelipkan pesan senada dalam bukunya bahwa sia-sia saja Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia jika masyarakatnya tidak tau dan peka sejarah. Sebab karena hal itulah, sehebat apapun kemajuan kita, tetap saja berjalannya tanpa arah. Mudah sekali terombang-ambing, hingga tinggal menunggu waktu untuk pecah.

Sunday, March 22, 2015

MELAWAN KECULASAN KOLONIAL: BELAJAR DARI DIPONEGORO


Zamzam Muhammad

Sekali berarti, sudah itu mati
(Diponegoro, Chairil Anwar)

Bahwa kesadaran sejarah bangsa ini berada dalam titik kronis merupakan hal sudah banyak diketahui. Namun upaya mengatasi persoalan itu tak pernah mati. Pusat Kajian Pancasila dan Kepemimpinan UMP yang berkomitmen untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia telah berhasil mengadakan acara  bertajuk “Melawan Keculasan Kolonial: Belajar Dari Kekalahan Diponegoro” pada 14 Maret 2015 lalu. Prof. Dr. Peter Carey diundang langsung untuk memberikan ceramah yang sangat menggugah tentang perjuangan dan perjalanan hidup Diponegoro.