Sunday, May 27, 2012

KOMUNISME ATHEISTIK

Zamzam Muhammad

Review Buku: Mematahkan Pewarisan Ingatan
Penulis: Budiawan
Penerbit: Elsam


Senja september 65 merupakan fajar kekuasaan orde baru. Karena dianggap sebagai tiang pancang kekuasaan, maka september 65 dimitoskan dan disakralkan oleh orde baru.  Oleh orde baru, september 65 benar-benar dijaga, dirumat, diruwat oleh orde baru. Jika demikian ihwalnya, maka, akan muncul 2 skenario: pertama, jika sakralitas september 65 runtuh, itu merupakan terompet sangkakala bagi orde baru. Sebaliknya, kedua, keruntuhan orde baru akan berimplikasi pada runtuhnya mitos september 65.  Namun dalam praktiknya sekarang, kedua skenario tersebut meleset. Faktanya, tumbangnya orde baru tidak diawali atau diikuti dengan runtuhnya wacana september 65 yang telah ditata sedemikian rupa oleh orde baru.  Mengapa?

Tuesday, April 24, 2012

REAKTUALISASI SPIRIT DAKWAH MUHAMMADIYAH

Zamzam Muhammad


Sejak awal kelahirannya, Muhammadiyah selalu hadir di dalam sebuah konteks.  Konteks tersebut adalah ketidaksejahteraan umat.  Konteks ketidaksejahteraan umat itulah yang disadari atau tidak, telah memengaruhi cita-cita dan semangat perjuangan dakwah Muhammadiyah. 

Saturday, April 21, 2012

MELACAK JEJAK SIKAP POLITIK IKATAN PERIODE ORDE LAMA-ORDE BARU: MENDEMISTIFIKASI DOKTRIN ANTI-‘POLITIK PRAKTIS’ IKATAN

Zamzam Muhammad

Latar Belakang
Salah satu ranah diskusi yang selalu hangat diperbincangkan oleh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah penegasan profil kader ikatan.  Misalnya, yang terbaru, Manifesto Gerakan Intelektual Profetik (MGIP) merupakan sebuah buku yang sengaja disasarkan oleh penulisnya –A.H Sani – untuk mengisi ruang diskusi mengenai profil kader ikatan.  Dalam buku tersebut, A.H. Sani mengeksplisitasi gagasan tentang ‘intelektual profetik’, yang sudah sejak lama telah diperbincangkan oleh kader IMM.

MAHASISWA, NALAR KRITIS, DAN KEWIRAUSAHAAN

Zamzam Muhammad

Membaca potret dinamika aktivisme mahasiswa belakangan, ada semacam gejala demoralisasi yang membuat warna mahasiswa keluar dari khitohya; agent of  social change, kritis dan idealis. Mahasiswa adalah kelompok yang berbeda dibanding dengan yang lain. Nalar kritis (critical reason) yang dimiliki mahasiswa merupakan variabel pembeda, sekaligus landasan aktivitas gerak mahasiswa.