Showing posts with label review buku. Show all posts
Showing posts with label review buku. Show all posts

Thursday, December 1, 2016

MENGOBATI BIROCRAZY

Zamzam Muhammad

Review Buku: Memimpin Perubahan di Birokrasi Pemerintah
Penulis: Agus Dwiyanto
Penerbit: Gadjah Mada University Press, 2016

Birokrasi sudah lama menjadi sasaran kritik karena dinilai kurang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukannya melayani, birokrasi justru ingin dilayani bahkan beberapa ada yang terjebak dalam kubangan korupsi. Perayaan HUT Korpri 29 November lalu harusnya bisa menjadi ajang refleksi, mau kemana dan harus bagaimana birokrasi Indonesia ke depan.

Wednesday, November 30, 2016

APA LAGI SELAIN NEOLIBERALISME?

Zamzam Muhammad

Review Buku Tenggelam Dalam Neoliberalisme

Penulis: Bagus Aryo
Penerbit: Penerbit Kepik, Jakarta, 2012 


Padi tumbuh tak berisik. Barangkali itulah ekspresi yang bisa menggambarkan perkembangan neoliberalisme di Indonesia. Ia bergerak sangat halus, tersembunyi, dan tidak disadari. Neoliberalisme hadir di Indonesia dalam bentuk prinsip dan logika, bukan nama. Studi Bagus Aryo berhasil membuktikan itu.

Tuesday, November 19, 2013

MEMAHAMI MENTALITAS LEWAT MONUMEN


Zamzam Muhammad Fuad

Melahirkan itu meregang nyawa, maka jangan membenci orang tua. Pesan ini lalu diterjemahkan dalam cerita. Kita ingat pada Malin yang jadi batu setelah mengacuhkan ibunya. Kisah serupa juga mengalir di Maluku. Alkisah ada anak yang sewenang-wenang pada ibunya. Tak tahan, ibunya lebih rela ditelan batu daripada hidup dengan anak-anaknya. 

Tapi orang tua juga tak selalu can do no wrong. Kalau kita ingat cerita tentang bawang merah bawang putih, akan timbul kesan bahwa ada juga orang tua jahat pada anaknya. Apalagi jika kita buka-buka halaman koran, ada ibu yang tega menjual, mengaborsi, dan memutilasi darah dagingnya. Di sini sang anak berada dalam posisi antara. Ia diajak untuk mengerti bahwa tak akan dirinya tanpa ada orang tua. Tapi disisi lain sang anak diajak untuk memahami orang tua sebagai manusia pada umumnya, yang can do wrong.

Sunday, May 27, 2012

KOMUNISME ATHEISTIK

Zamzam Muhammad

Review Buku: Mematahkan Pewarisan Ingatan
Penulis: Budiawan
Penerbit: Elsam


Senja september 65 merupakan fajar kekuasaan orde baru. Karena dianggap sebagai tiang pancang kekuasaan, maka september 65 dimitoskan dan disakralkan oleh orde baru.  Oleh orde baru, september 65 benar-benar dijaga, dirumat, diruwat oleh orde baru. Jika demikian ihwalnya, maka, akan muncul 2 skenario: pertama, jika sakralitas september 65 runtuh, itu merupakan terompet sangkakala bagi orde baru. Sebaliknya, kedua, keruntuhan orde baru akan berimplikasi pada runtuhnya mitos september 65.  Namun dalam praktiknya sekarang, kedua skenario tersebut meleset. Faktanya, tumbangnya orde baru tidak diawali atau diikuti dengan runtuhnya wacana september 65 yang telah ditata sedemikian rupa oleh orde baru.  Mengapa?