Thursday, April 26, 2018

MENJADI MANUSIA POLITIK


Zamzam Muhammad Fuad

Review buku
Pramoedya Ananta Toer: Luruh Dalam Ideologi
Penulis: Savitri Scherer
Penerbit: Komunitas Bambu, 2012, Jakarta


Rezim Orde Baru memang kurang ajar terhadap Pramoedya. Bukan hanya karya-karyanya yang tidak boleh terbit. Buku-buku yang mengulas karyanya pun haram diterbitkan.

Masuk era reformasi, karya Pram dan diskursus Pram mulai banyak bermunculan. Salah satunya adalah buku berjudul Pramoedya Ananta Toer: Luruh Dalam Ideologi.

Wednesday, April 25, 2018

DARI YUDI, FAREL, KE LI MIN HO


Waktu sedang sholat isya, ada dua anak kecil berisiknya bukan main. Tapi aku tidak pernah sebal. Aku justru nyimak mereka.

Lha bagaimana, wong suara mereka keras begitu. Masak aku pura-pura tidak dengar. Belum ditambah aku tidak tau arti bacaan sholat yang sedang dibaca imam. Ya praktis, aku memikirkan apa yang kudengar dan pahami saja.

Tulisan ini adalah apa yang kupikirkan ketika sedang sholat itu. Tuhan yang maha pemurah, ampuni saya.

Friday, March 16, 2018

DERITA TKI TIADA HENTI

Zamzam Muhammad



Review buku
Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu
Penulis: Mahfud Ikhwan
Penerbit: Marjin Kiri, Jakarta


Ada cerita indah mengenai Indonesia. Yakni tentang negeri yang memiliki tanah air yang subur, sumber daya alam melimpah, dan masyarakat ramah berbudaya. Tapi siapa mengira ini hanyalah dongeng untuk menutupi penderitaan yang tiap hari dihadapi warga negaranya. Indonesia bukan hanya tentang mooi indie, melainkan tentang realisme sosial yang bercerita tentang penghisapan dan penindasan. Persis seperti yang dialami para Tenaga Kerja Indonesia kita. Novel berjudul Dawuk mengisahkannya.

Dawuk bercerita tentang sepasang TKI yang berasal dari Desa Rumbuk Randu. Inayatun dan Mat Dawuk adalah pasangan suami istri yang merepresentasikan nasib TKI di Malaysia. Inayatun dan Mat Dawuk merupakan symbol para TKI yang mengalami penindasan tiada habisnya, baik oleh majikannya, keluarganya, dan masyarakatnya, di Malaysia ataupun Indonesia.

Sunday, February 11, 2018

SATIRE INTELEKTUAL AMATIR


Zamzam Muhammad Fuad


Pegawai mengoreksi atasan merupakan kejadian sangat langka dalam kehidupan birokrasi kita. Birokrasi kita adalah warisan Orde Baru, yang ditandai dengan sikap hormat, patuh, dan tunduk sebagai bahasa sehari-harinya. Jika ada yang tidak patuh, maka bawahan ada dalam posisi terancam. Bisa dipindah, bisa juga dilepaskan dari jabatan alias dipecat (Agus Dwiyanto, 2016).

Namun yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini memang di luar kebiasaan. Ada seorang pegawai MK yang “mengetuk hati nurani” Ketua MK untuk meletakkan jabatannya. Menurut pegawai tersebut, Ketua MK telah melanggar kode etik. Belakangan diketahui bahwa pegawai itu merupakan seorang pejabat fungsional peneliti.

Saturday, February 3, 2018

BELAJAR PADA SASTRAWAN BESAR

Zamzam Muhammad


Review buku: 
Proses Kreatif (Jilid I): Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang 
Penulis: Pramoedya Ananta Toer, dkk
Editor: Pamusuk Erneste
Penerbit: KPG, Jakarta

Autobiografi selalu menarik untuk dibaca. Karena dengannya kita bisa belajar, bagaimana seorang biasa bisa menjadi legenda. Autobiografi mengajarkan pada kita bahwa kesuksesan tidak bisa instan. Selalu ada air mata untuk menjadi juara. Ada perjuangan untuk untuk meraih keberhasilan.

Kita pun selalu bertanya. Bagaimana sih seseorang berjuang untuk meraih kemenangan. Bagi para penulis pun sama. Bagaimana ya penulis-penulis besar itu mampu melahirkan karya menakjubkan itu. Ada rasa penasaran bagi penulis pemula untuk selalu mengetahui kisah kehidupan teladannya. Harapannya sederhana. Semoga saja bisa ketularan sukses kalau kita teladani proses perjuangannya.